Ini dia video jalan-jalan kita di Museum Bank Mandiri. Enjoy!
https://www.youtube.com/watch?v=07kbqhVJHOc&feature=youtu.be
An unexamined life is not worth living. True knowledge exists in knowing that you know nothing. I cannot teach anybody anything, I can only make them think.
Rabu, 23 November 2016
Jumat, 18 November 2016
Jalan-Jalan ke Museum Bank Mandiri
Hai sahabat Socrates (^-^)/
Hari ini kita mau berbagi cerita nihh
Kita baru aja jalan-jalan dari salah satu museum yang terletak di Kota Tua Jakarta yaitu, Museum Bank Mandiri.
Museum ini berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 dengan luas 10.039 m2.
Buat kalian yang mau berkunjung ke museum ini gampang kok kalian bisa naik KRL jurusan Jakarta Kota deket banget dari stasiun. Untuk tiket masuk ke Museum ini gak mahal kok cuma Rp. 2.000,- aja murah kan.
Ini foto-foto kita di Museum Bank Mandiri
Itu dia foto-foto kita.
Nahh penasaran kan ada apa aja sih di Museum ini? tunggu video dari kita ya... ;)
Sampai jumpa (^-^)//
Kamis, 27 Oktober 2016
About Our Mind Map
Yap.. yap..
Kita mau cerita sedikit tentang Mind Map yang sudah kita buat minggu lalu. Hasil awalnya kita mendapatkan nilai 70 dari dosen karena, mind map kita tidak ada artikel satu pun. Maafkan kami Romo :'(
Yahh... Akhirnya kita pun disuruh untuk mencari artikel-artikel tentang pembagian Filsafat yang ada di mind map tersebut kalau mau nilainya bertambah. Sudah dapat artikelnya dan hari ini kita dapat tambahan nilai dari dosen, nilai kita jadi 90. yeayyy..... \^o^/ Makasih Romo ^^
Nah ini dia nih kita setelah dapet nilai 90 hehehe....
Rabu, 12 Oktober 2016
Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan, dan pemikiran manusia secara kritis, dan dijabarkan dalam
konsep mendasar. Filsafat tidak
di dalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen, dan percobaan-percobaan,
tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu,
memberikan argumentasi, dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari
proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi
falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir, dan logika bahasa.
Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama
dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat
filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di
samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran, dan
ketertarikan. Filsafat juga bisa berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling
dalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan
sikap skeptis yang mempertanyakan segala hal.
Filsafat Barat
Filsafat Barat adalah ilmu
yang biasa dipelajari secara akademis di universitas-universitas di Eropa, dan
daerah-daerah jajahan mereka. Filsafat ini berkembang dari tradisi filsafat
orang-orang Yunani kuno.
Tokoh utama filsafat Barat
antara lain Plato, Thomas Aquinas, Réne Descartes, Immanuel Kant, Georg Hegel, Arthur Schopenhauer, Karl Heinrich Marx, Friedrich Nietzsche, dan Jean-Paul Sartre.
Filsafat barat
terdiri dari beberapa cabang ilmu yaitu :
-
Metafisika
Metafisika mengkaji hakikat segala yang ada.
Dalam bidang ini, hakikat yang ada, dan keberadaan (eksistensi) secara umum
dikaji secara khusus dalam Ontologi.
-
Epistemologi
Epistemologi mengkaji tentang hakikat, dan wilayah
pengetahuan (episteme secara
harafiah berarti “pengetahuan”). Epistemologi membahas berbagai hal tentang
pengetahuan seperti batas, sumber, serta kebenaran suatu pengetahuan.
-
Aksiologi
Aksiologi membahas masalah nilai atau norma yang
berlaku pada kehidupan manusia. Dari aksiologi lahirlah dua cabang filsafat
yang membahas aspek kualitas hidup manusia yang terdiri dari etika dan estetika.
-
Etika
Etika atau filsafat moral, membahas tentang
bagaimana seharusnya manusia bertindak, dan mempertanyakan bagaimana kebenaran
dari dasar tindakan itu dapat diketahui. Beberapa topik yang dibahas di sini
adalah soal kebaikan, kebenaran, tanggung jawab, suara hati, dan sebagainya.
-
Estetika
Estetika membahas mengenai keindahan, dan
implikasinya pada kehidupan. Dari estetika lahirlah berbagai macam teori
mengenai kesenian atau aspek seni dari
berbagai macam hasil budaya.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat
Senin, 03 Oktober 2016
Several Quotes from Socrates
“The greatest way to live with honor in this world is to be what we pretend to be.”
“By all means, marry. If you get a good wife, you'll
become happy, if you get a bad one, you'll become a philosopher.”
“Sometimes you put walls up not to keep people out, but
to see who cares enough to break them down.”
“The
secret of happiness, you see, is not found in seeking more, but in developing
the capacity to enjoy less.”
Source:
http://www.brainyquote.com/quotes/quotes/s/socrates106112.html
Rabu, 28 September 2016
Filosofi Hidup Socrates
Cinta
Suatu hari, Plato bertanya kepada Socrates apa itu
cinta.
Socrates: Pergilah ke ladang, petik dan bawalah
setangkai gandum yang paling besar dan paling baik, tapi ingat satu hal, kamu
hanya boleh berjalan satu arah. Setelah kamu lewati kamu tidak boleh kembali
dan kesempatanmu hanya sekali.
Plato melalukan apa yang diminta, tetapi dia kembali
dengan tangan kosong.
Socrates bertanya kenapa Plato kembali dengan tangan
kosong.
Plato: Aku melihat beberapa gandum yang besar dan
baik saat melewati ladang, tetapi Aku berpikir mungkin ada yang lebih besar dan
lebih baik dari yang ini, jadi Aku melewatinya, tetapi Aku tidak menemukan yang
lebih baik daripada yang Aku temui di awal, akhirnya Aku tidak membawa satupun.
Socrates menjawab itulah Cinta.
Hakikat Cinta, yaitu saat engkau belum puas dan
menemukannya, maka kau akan terus mencari dan mencari, melihat sesuatu dan
membandingkannya dengan yang lain, sehingga hanya kehampaan yang kau dapatkan.
Pernikahan
Di hari yang lain, Plato bertanya kepada Socrates
apa itu pernikahan.
Socrates: Pergilah ke hutan, potong dan bawalah
pohon yang paling tebal dan yang paling kuat, tapi ingat satu hal, setelah kamu
lewati kamu tidak boleh kembali dan kesempatanmu hanya sekali.
Plato pergi melakukan apa yang diminta, tapi dia
tidak membawa pohon yang tebal dan kuat, dia hanya membawa pohon yang bagus.
Socrates bertanya alasannya.
Plato: Aku melihat beberapa pohon yang bagus dalam
perjalanan di hutan, tapi kali ini Aku belajar dari kasus gandum, jadi Aku
memilih pohon ini. Karena jika tidak, Aku takut kembali dengan tangan kosong lagi,
kurasa ini adalah pohon terbaik yang Aku lihat.
Socrates berkata itulah arti pernikahan.
Hakikat Pernikahan, dimana engkau berani memutuskan
memilih yang baik menurut pandanganmu dan walaupun engkau tahu bahwa itu
bukanlah yang terbaik, disinilah engkau menentukan sikap dalam memilih.
Perkawinan adalah pengambilan keputusan yang berani, penyatuan dua hati,
penyatuan dua karakter yang berbeda dimana dua insan ini harus dan berani
berbagi serta menyatukan dua pandangan menjadi satu dalam menerima kekurangan
dan kelebihan pasangannya.
Kebahagiaan
Sekali lagi Plato bertanya kepada Socrates apa itu
kebahagiaan.
Socrates: Pergilah melewati taman, petiklah bunga
yang paling cantik, tapi ingat satu hal, setelah kamu lewati kamu tidak boleh
kembali dan kesempatanmu hanya sekali.
Plato pergi melakukan apa yang diminta, dia kembali
membawa bunga yang cukup cantik.
Socrates bertanya apakah ini bunga yang paling
cantik.
Plato: Aku melihat bunga ini, memetiknya dan
berpikir ini adalah bunga yang paling cantik, dalam perjalanan di taman Aku
melihat banyak bunga yang cantik, Aku tetap percaya bunga yang Aku petik adalah
yang paling cantik, kemudian Aku membawanya kembali.
Kemudian Socrates berkata itulah kebahagian.
Selingkuh
Sekali lagi Plato bertanya kepada gurunya Socrates
apa itu selingkuh.
Socrates meminta Plato pergi ke hutan, dan kembali
dengan bunga yang paling cantik.
Plato pergi dengan percaya diri, dan dua jam
kemudian dia kembali membawa bunga berwarna cerah yang agak layu.
Socrates bertanya apakah ini bunga yang paling
cantik.
Plato: Selama dua jam Aku mencari bunga yang paling
cantik dan menemukan ini, tapi dalam perjalanan pulang, bunga yang Aku petik
layu.
Kemudian Socrates berkata itulah perselingkuhan.
Kehidupan
Di hari lain Plato bertanya kepada gurunya Socrates
apa arti kehidupan.
Socrates memintanya ke hutan, dia harus kembali dan
membawa bunga yang paling cantik.
Plato belajar dari pengalamannya yang terakhir, dan
pergi dengan penuh keyakinan.
Tiga hari berlalu, Plato belum kembali.
Socrates berjalan ke hutan mencari Plato dan akhirnya
berhasil menemukannya berkemah disana. Socrates bertanya apakah dia sudah
mememukan bunga yang paling cantik.
Plato menunjuk bunga di sebelahnya dan mengatakan
itu adalah bunga yang paling cantik.
Socrates bertanya kenapa dia tidak membawanya pulang
Plato menjawab: Jika Aku melakukannya, bunga itu
akan layu. Meskipun tidak kupetik bunga itu cepat atau lambat akan layu juga.
Jadi Aku berada di dekatnya waktu bunga itu sedang mekar, dan pada saat bunga
itu mati Aku akan menemukan bunga yang lain; itu adalah bunga kedua yang Aku
temukan disini.
Kali ini, Socrates mengatakan kepada Plato bahwa
sekarang Plato sudah mengetahui kebenaran hidup.
Sumber: http://briansgr.tumblr.com/post/50998744596/filosofi-hidup-socrates-dan-plato
Riwayat Hidup Socrates
Socrates (Yunani: Σωκράτης, Sǒcratēs)
(469 SM - 399 SM) adalah filsuf dari Athena, Yunani dan merupakan salah satu
figur paling penting dalam tradisi filosofis Barat. Socrates lahir di Athena,
dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu
Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates adalah guru Plato, dan Plato pada
gilirannya juga mengajar Aristoteles. Semasa hidupnya, Socrates tidak pernah
meninggalkan karya tulisan apapun sehingga sumber utama mengenai pemikiran
Socrates berasal dari tulisan muridnya, Plato.
Socrates diperkirakan lahir dari ayah yang
berprofesi sebagai seorang pemahat patung dari batu (stone mason) bernama
Sophroniskos. Ibunya bernama Phainarete berprofesi sebagai seorang bidan, dari
sinilah Socrates menamakan metodenya berfilsafat dengan metode kebidanan
nantinya. Socrates beristri seorang perempuan bernama Xantippe dan dikaruniai
tiga orang anak. Secara historis, filsafat Socrates mengandung pertanyaan
karena Socrates sediri tidak pernah diketahui menuliskan buah pikirannya. Apa
yang dikenal sebagai pemikiran Socrates pada dasarnya adalah berasal dari
catatan Plato, Xenophone (430-357) SM, dan siswa-siswa lainnya. Yang paling
terkenal diantaranya adalah penggambaran Socrates dalam dialog-dialog yang
ditulis oleh Plato. Dalam karya-karyanya, Plato selalu menggunakan nama gurunya
sebagai tokoh utama sehingga sangat sulit memisahkan gagasan Socrates yang
sesungguhnya dengan gagasan Plato yang disampaikan melalui mulut Sorates. Nama
Plato sendiri hanya muncul tiga kali dalam karya-karyanya sendiri yaitu dua
kali dalam Apologi dan sekali dalam Phaedrus.[3]
Socrates
dikenal sebagai seorang yang tidak tampan, berpakaian sederhana, tanpa alas
kaki dan berkelilingi mendatangi masyarakat Athena berdiskusi soal filsafat.
Dia melakukan ini pada awalnya didasari satu motif religius untuk membenarkan
suara gaib yang didengar seorang kawannya dari Oracle Delphi yang mengatakan
bahwa tidak ada orang yang lebih bijak dari Socrates. Merasa diri tidak bijak
dia berkeliling membuktikan kekeliruan suara tersebut, dia datangi satu demi
satu orang-orang yang dianggap bijak oleh masyarakat pada saat itu dan dia ajak
diskusi tentang berbagai masalah kebijaksanaan. Metode berfilsafatnya inilah
yang dia sebut sebagai metode kebidanan. Dia memakai analogi seorang bidan yang
membantu kelahiran seorang bayi dengan caranya berfilsafat yang membantu
lahirnya pengetahuan melalui diskusi panjang dan mendalam. Dia selalu mengejar
definisi absolut tentang satu masalah kepada orang-orang yang dianggapnya bijak
tersebut meskipun kerap kali orang yang diberi pertanyaan gagal melahirkan
definisi tersebut. Pada akhirnya Socrates membenarkan suara gaib tersebut
berdasar satu pengertian bahwa dirinya adalah yang paling bijak karena dirinya
tahu bahwa dia tidak bijaksana sedangkan mereka yang merasa bijak pada dasarnya
adalah tidak bijak karena mereka tidak tahu kalau mereka tidak bijaksana.
Cara
berfilsatnya inilah yang memunculkan rasa sakit hati terhadap Socrates karena
setelah penyelidikan itu maka akan tampak bahwa mereka yang dianggap bijak oleh
masyarakat ternyata tidak mengetahui apa yang sesungguhnya mereka ketahui. Rasa
sakit hati inilah yang nantinya akan berujung pada kematian Socrates melalui
peradilan dengan tuduhan merusak generasi muda. Sebuah tuduhan yang sebenarnya
bisa dengan gampang dipatahkan melalui pembelaannya sebagaimana tertulis dalam
Apologi karya Plato. Socrates pada akhirnya wafat pada usia tujuh puluh tahun
dengan cara meminum racun sebagaimana keputusan yang diterimanya dari pengadilan
dengan hasil voting 280 mendukung hukuman mati dan 220 menolaknya.
Socrates
sebenarnya dapat lari dari penjara, sebagaimana ditulis dalam Krito, dengan
bantuan para sahabatnya namun dia menolak atas dasar kepatuhannya pada satu
"kontrak" yang telah dia jalani dengan hukum di kota Athena.
Keberaniannya dalam menghadapi maut digambarkan dengan indah dalam Phaedo karya
Plato. Kematian Socrates dalam ketidakadilan peradilan menjadi salah satu
peristiwa peradilan paling bersejarah dalam masyarakat Barat di samping
peradilan Yesus Kristus.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Socrates
What people think about Filsafat?
Hari ini kita mau cerita tentang pengalaman kita kemarin nih. Kita sudah melakukan penelitian di suatu tempat di Jakarta, kita tanya - tanya ke masyarakat sekitarnya kira - kira mereka tau gak sih tentang filsafat?
Penasaran kan kaya apa hasilnya. Yuk kita liat videonya di bawah sini. Selamat menyaksikan!
Langganan:
Postingan (Atom)











